Thursday, August 13, 2020

MATERI PAI KE-3 (Jum'at, 14 Agustus 2020)

Bacalah kisah di bawah ini dengan tuntas dan serius!

5 KISAH INSPIRATIF TENTANG KEJUJURAN

SEBELUM KEGIATAN BELAJAR DIMULAI SILAHKAN UNTUK BERDOA TERLEBIH DAHULU, DAN MEMBACA QURAN SURAT PENDEK (QS. Adh-Dhuha)

(Sumber: https://www.brilio.net/sosok/5-kisah-kejujuran-anak-anak-yang-menyentuh-nuranimu-bikin-salut-180110j.html)

1. MENULIS MEMO UNTUK BERTANGGUNG JAWAB

Baru-baru ini, kisah kejujuran seorang anak kembali menjadi perbincangan warganet. Seorang anak berusia 6 tahun bernama Zhafran, tak sengaja menggores bumper mobil ketika sedang bersepeda. Anak sulung ini jatuh dari sepeda dan tak sengaja menggores mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan. Merasa bersalah, ia pun pulang dalam keadaan nangis dan meminta maaf kepada orangtuanya. Orangtuanya pun menyuruh agar Zhafran meminta maaf dan menemui si pemilik mobil namun berujung tak bertemu. Ia pun menulis memo dengan kesungguhan hatinya untuk si pemilik mobil dengan menyertakan nomor ponsel ibunya. Kisah kejujuran Zhafran ini pun lantas menuai pujian dari warganet yang berani mengakui kesalahan dan meminta maaf.


2Anak SD kembalikan iPhone yang hilang

Seorang pria asal Filipina menyadari kalau ponsel kesayangannya itu tak ada di saku celananya ketika hendak menuju mal bersama temannya. Pria bernama Ericson Fernandez ini walanya mengira kalau ponselnya itu tertinggal di kamarnya. Iseng menelpon ke nomornya, malah yang menjawab telponnya orang tak dikenal. Tak disangka, orang tak dikenal itu adalah seorang anak SD yang tak lain adalah penemu ponselnya.

Fernandez pun bergegas menghampiri murid SD tersebut ke sekolah untuk mengambil ponsel iPhone-nya. Ia pun diajak masuk ke dalam kelas dan disambut oleh guru di kelas tersebut. Setelah bercengkerama, akhirnya Fernandez berterima kasih kepada sang guru yang telah menemukan ponselnya. Namun guru tersebut mengatakan kalau bukan dirinya yang menemukan, melainkan murid-muridnya. Anak-anak itu membawa dan menyerahkan ponsel milik Fernandez kepada gurunya tanpa bermaksud memiliki barang mahal tersebut. Mendengar itu, Fernandez pun haru dan mengajak anak-anak SD tersebut makan di restoran.


3. Bocah 9 tahun kembalikan tas berisi Rp 50 juta yang ditemukannya

Seorang wanita asal Thailand telah kehilangan tasnya yang berisi uang dan benda berharga. Wanita bernam Nukhlia Sangkaew ini kehilangan tasnya usai mengambil uang dari bank. Uang senilai Rp 50 juta itu rencananya akan digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit. Namun malang, saat perjalanan pulang Nukhlia malah terjebak hujan deras dan tasnya terjatuh. Menyadari tasnya hilang, Nukhlia pun melapor ke kantor polisi.

Tak cuma uang tunai senilai Rp 50 juta saja, namun ia membawa emas seberat 90 gram. Tetapi, tiba-tiba ada seseorang yang meneleponnya bahwa ia menemukan tas milik Nukhlia. Sontak saja wanita ini pun mengajak si penemu tasnya untuk bertemu. Pertemuan pun berlangsung, tak disangka yang menemukan tas Nukhlia adalah seorang bocah perempuan berusia 9 tahun bernama Piyarat. Nukhlia sangat berterima kasih kepada Piyarat, ia bahkan memberi imbalan kepada bocah tersebut sebesar Rp 700 ribu.


4. Kejujuran bocah penjual tisu di pinggir jalan.

Kisah ini bercerita tentang dua bocah penjual tisu di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, Jakarta. Dua sosok yang kira-kira berusia 8 tahun itu sedang menjajakan tisu dengan wadah kantong plastik. Seorang wanita menghampiri untuk membeli tisu tersebut dengan total Rp 2.500, namun ternyata dua bocah tersebut tak memiliki uang kembalian senilai Rp 7.500. Akhirnya salah satu bocah tersebut berinisiatif mencari uang tukar demi uang kembalian tersebut.

Tak lama, wanita tersebut pun pergi dan mengikhlaskan uang kembalian kepada dua bocah itu. Namun siapa sangka bocah tersebut berlarian dan dengan tegas mengembalikan dengan uang tukar yang baru diperoleh Rp 4 ribu dari orang sekitar. Bocah itu pun lalu berkata, "Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan." ungkap bocah itu. Kisah kejujuran dua bocah penjual tisu di pinggir jalan ini pun ternyata menuai pujian. Dua manusia super yang tetap jujur di tengah kerasnya hidup di Jakarta.


5. Video anak kecil minta maaf Lebaran.

Dalam video tersebut, seorang anak mengakui segala kesalahan yang pernah ia buat kepada ayahnya. Rupanya, video ini merupakan iklan Idul Fitri asal Malaysia. Namun yang membuat salut adalah sikap anak kecil ini yang berani jujur dan mengakui kesalahannya.


Dari kelima kisah inpiratif tentang kejujuran tersebut, setidaknya kalian dapat memetik beberapa hikmah atau pelajaran.

untuk lengkapnya silahkan kalian buka Link berikut ini:

https://forms.gle/Ef1XzxeM94Fy9T5d8

Thursday, August 6, 2020

MATERI PAI KELAS 9 BAB 2

Assalamualaikum Wr. Wb.
Anak-anak kelas 9 yang bapak hormati, untuk sementara ini kita tetap melaksanakan pembelajaran Daring lewat Blog sementara akan tetapi ada beberapa proses pembelajaran jarak jau (PJJ) yang akan kita lakukan antara lain:
1. Blog
2. Google Classroom (GC)
3. Google Form (GF)
4. Quizizz
5. Whatsapp
6. dan lain-lain

Untuk prosesnya tidak menutup kemungkinan bukan hanya hari jumat saja, sekalian bapak akan mengecek sejauh mana kebiasaan Sholat Subuh kalian, maka pembelajarannya setelah sholat subuh (menunggu jadwal).

Oleh karena itu harap dipersiapkan, dan kehadiran yang paling utama. Untuk tugas upload dibuat FOTO GRID 1 layar empat foto atau lebih, dan diberi nama masing masing dan tanda tangan orang tua.
silahkan instal di Playstore.

SILAHKAN DITULIS MATERI DIBAWAH INI

Materi Bab 2 ini kita akan membahas tentang 
"JUJUR DAN MENEPATI JANJI

1. Memahami Perilaku Jujur

 

Jujur adalah berkata benar dan sesuai dengan kenyataan. Seseorang

disebut jujur apabila berkata sesuai dengan kenyataan. Jujur merupakan

salah satu perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang mukmin. Lawan dari

sifat jujur adalah berkata dusta. Sungguh, Allah Swt. dan Rasul-Nya melarang

umat-Nya berkata dusta. Bahkan, dalam sebuah hadis, dikatakan bahwa

salah satu tanda orang munafik adalah berkata dusta. Perhatikan terjemahan

hadis berikut ini:

Mari kita jauhi sifat dusta dan membiasakan bersifat jujur. Seorang muslim

muslimah sudah seharusnya menghiasi dirinya dengan sifat jujur. Seseorang

yang bersifat jujur akan mudah mendapat kepercayaan orang lain.

 

Dari Abu Hurairah r.a: "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda:

Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berkata, dia

berdusta, apabila berjanji, dia ingkari, dan apabila diberi kepercayaan, dia

mengkhianatinya.”

Sumber : Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 31

 

Kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing

ke surga. Sebaliknya, kedustaan itu akan mengantarkan pada

kejahatan, dan kejahatan itu akan menggiring ke neraka.

Perhatikan terjemahan sabda Nabi berikut ini.

Allah Swt. secara tegas memerintahkan orang-orang yang beriman

untuk berkata benar.

 

Perhatikan surat al-Ahzab/33: 70 (lihat Al-Quran dan tulis)

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah

dan ucapkanlah perkataan yang benar”. (Q.S. al-Ahzab/33: 70)

 

Dari Abdullah r.a. dari Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan

membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga,

sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan

dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan

mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan

menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta

sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."

Sumber: Hadis Riwayat Bukhari

 

Contoh penerapan perilaku jujur ….? (tugas tercantum pada google form)

 

2. Memahami Perilaku Menepati Janji

Janji adalah ucapan seseorang kepada orang lain yang menyatakan

kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Menepati janji berarti

melaksanakan janji yang pernah diucapkan kepada orang lain. Menepati

janji merupakan salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki orang beriman.

Orang beriman pantang untuk ingkar janji.

Menurut hadis Nabi Muhammad

saw. riwayat Bukhari dan Muslim, seseorang yang ingkar janji dikategorikan

sebagai orang munafik. Sifat munafik merupakan bentuk perilaku yang

sangat erat hubungannya dengan keimanan dan amaliyah atau perbuatan.

Sifat munafik hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam karena bagian

dari jenis perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. Larangan tersebut lebih

disebabkan oleh akibat dari perbuatan tersebut dapat membuat kerusakan.

Kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah mahdah saja, tetapi

juga dari keluhuran akhlaknya. Ibadah mahdah seperti salat, zakat, puasa,

dan lain-lain yang telah dilakukan seseorang tidak cukup untuk mengukur

tingkat kesalehannya. Nilai ibadah tersebut harus mampu mewarnai perilaku

dalam kehidupan sehari-hari, yakni perilaku mulia. Jika seseorang telah

merasa cukup beribadah kepada Allah Swt., namun akhlaknya tercela, ia

belum memiliki iman yang sempurna. Demikian juga dengan sifat menepati

janji. Sifat mulia ini merupakan cerminan dari kesempurnaan iman seorang

muslim.

Janji adalah hutang, hutang akan diminta pertanggungjawabannya

sampai di akhirat. Barangsiapa berjanji harus ditepati. Oleh karena itu, sebagai

seorang muslim, jangan mudah mengobral janji. Sebaiknya, apabila berjanji,

ucapkanlah InsyaAllah (jika Allah menghendaki). Karena kita tidak tahu apa

yang akan terjadi di masa akan datang. Manusia hanya merencanakan dan

berusaha, sedangkan hasilnya ada di tangan Allah Swt. Jika seseorang tidak

dapat menepati janji karena lupa atau karena alasan tertentu yang tidak

disengaja, asalkan mengucap InsyaAllah, Allah Swt. akan memaafkannya.

Meski demikian, tetap harus meminta maaf dan memberi penjelasan kepada

Menepati janji merupakan wujud dari memuliakan, menghormati, dan

menghargai sesama manusia. Orang yang selalu menepati janji akan mudah

menjalin hubungan silaturahmi dengan orang lain. Dalam kehidupan ini,

dengan azab yang pedih. Perhatikan firman Allah Swt. dalam al-Qur’an

Q.S. Āli ‘Imrān/3 ayat 77 di bawah ini :

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan

sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak

memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka,

tidak akan memperhatikan mereka pada hari kiamat, dan tidak akan

menyucikan mereka.

Bagi mereka azab yang pedih”. (QS Āli ‘Imrān/3: 77)(lihat al-Quran dan Catat)

 

Ayat di atas menegaskan bahwa orang-orang yang melanggar janji

dan sumpah kepada Allah Swt. akan mendapat azab yang pedih dari Allah

Swt. di akhirat kelak. Di akhirat kelak Allah Swt. tidak akan menyapa dan

memperhatikan mereka yang melanggar janji dan sumpah. Janji yang

pernah kita ucapkan harus dilaksanakan, sebab janji adalah hutang yang

wajib dibayar. Orang yang bersifat jujur senantiasa menepati janji.

Ingkar janji termasuk dosa besar yang harus dijauhi. Sifat ini akan

menimbulkan berbagai kerugian, baik bagi pelakunya maupun orang lain.

Mengingkari janji tali silaturahmi dengan orang lain bisa terputus bahkan

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi saw. bersabda:

"Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah siapa yang paling

baik menunaikan janji".

Sumber: Hadis Riwayat Bukhari

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 35

bisa saling bermusuhan. Orang yang diingkari janji bisa kecewa dan marah.

Jika tidak terkendali, akan terjadi pertengkaran dan perkelahian. Akan lebih

berat lagi apabila pemimpin ingkar janji terhadap rakyatnya. Rakyat bisa

marah, muncul kekacauan dan kerusuhan di mana-mana. Tentunya hal ini

jangan sampai terjadi di negeri kita tercinta. Oleh karena itu, kita harus hatihati

memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang beriman, berakhlak mulia,

jujur dan menepati janji.

Contoh penerapan perilaku menepati janji:


Tugas dan Absen ada pada Link di Bawah ini: