Thursday, October 15, 2020

MATERI KE-7

  1. Tulislah ayat dan terjemahan berikut ini kemudian hafalkan ketiganya
  • SURAT AZ-ZUMAR AYAT 53
  • SURAT AN-NAJM AYAT 39-42
  • SURAT ALI IMRON AYAT 159

     2. Memahami Hukum Bacaan Qalqalah

a. Qalqalah Qalqalah berarti memantul/membalik. Dengan demikian bacaan qalqalah adalah bacaan lafas dalam al-Qur'an yang memantul/mem­ balik. Qalqalah dibagi dua, yaitu : 1) Qalqalah sugra (kecil) Suatu lafaz dibaca qalqalah sugra apabila di dalamnya terdapat huruf qalqalah yang berharakat sukun. Adapun huruf qalqalah ada 5, yaitu  ب ج د ط ق
b. Qalqalah kubra (besar) Suatu lafas dibaca qalqalah kubra apabila di dalamnya terdapat huruf qalqalah yang berharakat hidup tetapi diwaqafkan (berhenti) sehingga huruf qalqalah tersebut dibaca sukun. Dibanding qalqalah sugra, cara membaca qalqalah kubra memantulnya lebih kuat atau mantap.
untuk contoh lihat pada buku paket

3. Memahami Isi Kandungan Ayat

Q.S. Az-Zumar/39:53, 
Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa beristighfar. Mengapa demikian? Karena bisa jadi kita ini melakukan dosa yang tidak disengaja, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah Swt. Dosa kepada Allah  Swt. bisa diampuni dengan cara membaca kalimat istighfar. Namun, dosa kepada sesama manusia tidak cukup hanya dengan membaca istighfar. Di samping istighfar, harus ada permintaan maaf kepada orang yang bersangkutan. Berputus asa dari rahmat Allah Swt. termasuk sikap tercela. Sebagai seorang mukmin, kita harus selalu optimis akan mendapat rahmat Allah Swt. Rahmat Allah Swt. akan diberikan kepada mereka yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya. Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan salah, kecuali para nabi dan rasul. Dosa dan kesalahan tersebut jangan sampai membuat kita putus asa dari rahmat Allah Swt.  

Q.S. An-Najm/53:39-42
Melalui ayat ini, Allah Swt. berjanji akan memberi balasan sempurna kepada orang yang mau berusaha keras. Setiap usaha atau ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan hidup hendaknya diawali dengan niat karena Allah Swt. semata. Seorang pedagang menjajakan dagangannya di pasar dengan penuh harap akan mendapatkan rezeki banyak. Petani mencangkul di sawah berharap hasil panennya melimpah. Tukang becak mengayuh becaknya sekuat tenaga untuk mengantarkan penumpang menuju tujuan.  Karyawan bekerja di kantor agar pekerjaannya segera selesai. Pedagang, petani, tukang becak, karyawan atau profesi lainnya, bekerja sesuai keahliannya masing-masing. Mereka bekerja keras mencari nafkah, tanpa mau berpangku tangan. Mereka enggan dikasihani dan tidak mau menjadi beban orang lain. Sungguh, mereka adalah orang-orang mulia karena telah bekerja keras menafkahi keluarga dengan cara halal. Allah Swt. akan mengaruniakan pahala berlipat ganda kepada mereka. Pahala tersebut akan menjadi bekal meraih kebahagiaan di akhirat. Amal saleh yang telah mereka lakukan akan dibalas dengan surga. Surga merupakan balasan sempurna dari Allah Swt. bagi hamba- hamba-Nya yang saleh. 
 
Q.S. ‘²li ‘Imran/3:159
Melalui ayat ini, Allah Swt. memerintahkan Rasulullah saw. untuk memaafkan dan memohonkan ampun atas dosa dan kesalahan orang lain, terutama sahabat-sahabat Rasulullah saw. Demikian pula dengan kita, sebelum seseorang meminta maaf kepada kita, hendaknya kita memberi maaf terlebih dahulu. Dengan saling memaafkan, hidup menjadi tenang, harmonis dan tercipta kerukunan. Lebih dari itu, ayat ini juga memerintahkan untuk mendoakan orang lain agar mendapat ampunan dari Allah Swt. Berdoa kepada Allah Swt. merupakan inti ibadah dalam Islam. Melalui doa, kita meminta segala sesuatu kepada Allah Swt. Kita berharap Allah Swt. mengabulkan semua doa kita.
Islam mengajarkan untuk mendoakan orang lain, bukan hanya berdoa untuk diri sendiri. Di antara doa terbaik untuk orang lain adalah berdoa agar Allah Swt. mengampuni semua dosa dan kesalahannya. 

Setelah selesai mencatat isilah Absen dan Ulangan Harian pada LINK berikut ini:


Demikian terima kasih
Guru PAI
NIZAR MAULANA, M.Pd.I


Thursday, October 8, 2020

MATERI KE-6

MATERI KE-6 

SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA

1. Alur Perjalanan Dakwah di Nusantara

  • Teori Mekah, Menurut teori Mekah, proses masuknya Islam ke Indonesia adalah        langsung dari Mekah atau Arab. Terjadi pada abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi. Para pedagang dari Timur Tengah memiliki misi dagang dan dakwah sekaligus.
  • Teori Gujarat,Teori Gujarat mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-7 H atau abad ke-13 M. Gujarat adalah sebuah wilayah di India bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab.
  • Teori Persia, menurut teori ini dikatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (sekarang Iran). Sebagai buktinya, ada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain adalah tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro.
  • Teori Cina, Menurut teori Cina, proses kedatangan Islam ke Indonesia (khususnya di tanah Jawa) berasal dari para pedagang Cina. Mereka telah berhubungan dagang dengan penduduk Indonesia jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia, yakni sejak masa Hindu-Buddha.  Ajaran Islam sendiri telah sampai di Cina pada abad ke-7 M. Pada masa Dinasti Tang (618-960) di daerah Guanzhou, Kanton, Zhang-zhao, dan pesisir Cina selatan, telah terdapat sejumlah pemukiman Islam. Sebagai pembuktian teori Cina ini, bahwa raja Islam pertama di Jawa, yakni Raden Patah dari Bintoro Demak, merupakan keturunan Cina. Ibunya disebutkan berasal dari Campa, Cina bagian selatan (sekarang termasuk Vietnam).
WALI SONGO (SEMBILAN WALI)
Di antara sekian banyak wali, yang terkenal adalah Wali Songo (Wali Sembilan). 
Berikut ini adalah uraian setiap Wali Songo. 
  1. Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maghribi, yang diduga berasal dari Persia dan berkedudukan di Gresik. 
  2. Sunan Ampel atau Raden Rahmat, berkedudukan di Ampel, Surabaya. 
  3. Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Ibrahim, putra dari Raden Rahmat (Sunan Ampel). Ia tinggal di Bonang, dekat Tuban. 
  4. Sunan Giri atau Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih yang semula bernama Raden Paku, berkedudukan di Bukit Giri, dekat Gresik. 
  5. Sunan Drajat atau Syarifuddin, juga putra dari Sunan Ampel dan berkedudukan di Drajat, dekat Sedayu, Surabaya. 
  6. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah atau Syeikh Nurullah berasal dari Pasai, sebelah utara Aceh yang berkedudukan di Gunung Jati, Cirebon. 
  7. Sunan Kudus atau Ja’far Sodiq, putra dari Raden Usman Haji yang bergelar Sunan Ngandung di Jipang Panolan, berkedudukan di Kudus. 
  8. Sunan Kalijaga, nama aslinya Raden Mas Syahid. Beliau adalah putra Tumenggung Wilatikta, Bupati Tuban yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak.
  9. Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah putra dari Sunan Kalijaga berkedudukan di Gunung Muria, Kudus.
2.   Cara-Cara Dakwah di Nusantara
      a. Perdagangan (lihat buku)
      b. Perkawinan (lihat buku)
      c. Pendidikan (lihat buku)
      d. Hubungan Sosial (lihat buku)
      e. Kesenian (lihat buku)

3.   Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara
a. Kerajaan Samudera Pasai (lihat buku) 
b. Kerajaan Aceh (lihat buku)
c. Kerajaan Demak (lihat buku)
d. Kerajaan Pajang (1568-1586) (lihat buku)
e. Kerajaan Mataram Islam (abad 17-19) (lihat buku)
f. Kerajaan Banjar (lihat buku)
g. Kerajaan Gowa-Tallo (lihat buku)
h. Kerajaan Ternate (lihat buku)
i. Kerajaan Tidore (lihat buku)

Untuk penjelasan dari sub bagian di atas silahkan lihat buku paket Pendiidikan Agama dan Budi Pekerti

Absen terlebih dahulu pada link di bawah ini:


Materi tambahan

Thursday, September 24, 2020

MATERI KE-5

MATERI KE-5

Assalamualaikum wr. wb.
Pada materi ke-5 ini kalian membaca dan mencatat di buku tulis kemudian buat pertanyaan sekaligus absen pada Link berikut ini:

http://bit.ly/absenmateri_5


IBADAH HAJI DAN UMROH


1. IBADAH HAJI
    A. Pengertian dan Hukum Ibadah Haji
        

Secara bahasa, haji berasal dari bahasa Arab, yaitu hajja yang artinya menyengaja sesuatu. Secara istilah, haji adalah sengaja mengunjungi Ka'bah (Baitullah) untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. 
Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima.

Ibadah haji ini hukumnya wajib bagi yang mampu sebagaimana firman Allah Swt. sebagai berikut.
(QS. Ali Imron: 97)

        Berdasarkan ayat tersebut, sudah jelas bahwa perintah melaksanakan haji adalah wajib bagi yang mampu dan sekali dalam seumur hidup. Maksud dari mampu adalah secara material, yaitu cukup untuk biaya dirinya sendiri maupun untuk keluarga yang ditinggal, dan mampu secara fisik atau sehat selama melaksanakan ibadah haji. Di samping dua hal tadi, juga tersedianya transportasi yang aman menuju ke Mekah. Umat Islam yang sudah mampu, tetapi tidak melaksanakan haji, akan mendapat dosa karena sudah meninggalkan kewajibannya. Disamping wajib melaksanakan ibadah haji, umat Islam juga wajib melaksanakan ibadah umrah. Oleh karena itu, para jamaah haji pada saat di tanah suci melaksanakan ibadah haji dan ibadah umrah. 
       Adapun tata cara melaksanakannya ada tiga macam, yaitu sebagai berikut. 
1) Ifrod, yaitu mengerjakan haji terlebih dahulu, setelah itu baru mengerjakan umrah. 
2) Tamattu’, yaitu mengerjakan umrah terlebih dahulu, sesudah itu baru mengerjakan haji. 
3) Qiron, yaitu mengerjakan haji dan umrah secara bersama-sama.

B. Syarat Wajib Haji  :

1) Islam 
Haji merupakan kewajiban bagi orang yang beragama Islam. Jika ada orang yang bukan muslim    pernah melaksanakan haji kemudian ia masuk Islam, ia masih tetap mempunyai kewajiban melaksanakan ibadah haji. 
2) Baligh 
Anak kecil belum memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji. Apabila ada anak kecil menunaikan ibadah haji, hajinya tetap sah, namun hal ini tidak menggugurkan kewajibannya. Artinya, kelak kalau sudah dewasa, dia masih tetap mempunyai kewajiban untuk menunaikan ibadah haji. 
3) Berakal Sehat 
Orang yang akalnya tidak waras(gila)tidak wajib melaksanakan haji. Orang semacam ini tidak mempunyai kelayakan untuk mengerjakan ibadah. Apabila orang gila menunaikan ibadah haji, hajinya tidak sah. 
4) Merdeka 
Melaksanakan haji bagi hamba sahaya adalah tidak wajib. Ibadah haji adalah ibadah yang lama temponya, memerlukan perjalanan jauh dan diisyaratkan kemampuan dalam bekal dan kendaraan. Hal ini mengakibatkan terabaikannya hak-hak majikan yang berkaitan dengan hamba sahaya.
5) Mampu 
Adanya kesanggupan baik fisik, materi, dan keamanan dalam melaksanakan ibadah haji

C. Rukun Haji
1) Ihram disertai dengan niat berhaji. 
2) Wukuf 
Hadir di Padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai dari tergelincirnya matahari waktu zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai terbenamnya matahari tanggal 9 Zulhijjah. 
3) Tawaf 
Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di sudut Hajar Aswad pula dan Kakbah berada di sebelah kiri orang berTawaf (arah putaran tawaf berlawanan dari arah jarum jam). 
4) Sa’i 
Sa’i adalah berjalan dan berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah. Adapun tata caranya adalah: 
           a) dimulai dari Bukit Safa dan disudahi di Bukit Marwah, 
           b) dilaksanakan sebanyak tujuh kali, dan 
           c) dilaksanakan sesudah Tawaf. 
5) Tahalul 
Tahalul adalah menghalalkan perkara yang semula diharamkan ditandai dengan mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut. 
6) Tertib 
Tertib, yaitu mendahulukan yang dahulu di antara rukun-rukun itu.

D. Wajib Haji
1) Ihram dari miqat 
    Ihram dari miqat, yaitu batasan waktu dan tempat yang telah ditentukan. Ketentuan masa (miqat 
    zamani) adalah dari awal bulan Syawal sampai terbit fajar hari Raya Haji (tanggal 10 bulan Haji). 
2) Bermalam di Muzdalifah. 
    Berhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam, di malam Hari Raya Haji sesudah hadir di Padang           Arafah. 
3) Melontar jumrah Aqabah pada Hari Raya Haji. 
4) Melontar tiga jumrah.
    Melontar tiga jumrah, yaitu jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah aqabah pada tanggal 11, 12, 13      bulan Haji.
5) Bermalam di Mina. 
6) Tawaf wada’. 
     Tawaf wada’ adalah Tawaf yang dilaksanakan sewaktu akan meninggalkan Mekah. 
7) Tidak melakukan perbuatan yang dilarang atau yang diharamkan.

E. Sunah Haji
Sunah haji adalah serangkaian kegiatan yang apabila dilakukan akan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa. 
Adapun sunah haji sebagai berikut. 
1) Membaca talbiyah 
 
2) Berdoa sesudah membaca talbiyah. 
3) Membaca zikir sewaktu Tawaf. 
4) Salat dua rakaat sesudah Tawaf. 
5) Masuk ke Ka’bah

F. Larangan Haji 
Berikut ini adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama jamaah haji sedang ihram. 
1) Bagi laki-laki 
a) Memakai pakaian yang berjahit, baik jahitan biasa, sulaman, dan atau diikatkan kedua ujungnya. 
b) Menutup kepala. 

2) Bagi perempuan 
Menutup muka dan kedua telapak tangan. 

3) Larangan bagi laki-laki dan perempuan 
a) Memakai wangi-wangian baik dipakainya pada badan atau pada pakaian. 
b) Menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain. 
c) Memotong kuku. 
d) Mengakadkan nikah, baik menikahkan, menikah atau menjadi wali nikah. 
e) Bersetubuh bagi suami istri. 
f) Berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan

2. IBADAH UMROH
a. Pengertian dan Hukum Umrah 
Umrah secara bahasa berarti berkunjung. Secara istilah jumrah adalah berkunjung ke Ka’bah dengan melaksanakan tawaf dan sai dalam waktu yang tidak ditentukan. 
Hukumnya adalah fardu ain atas umat Islam sekali dalam seumur hidupnya. Sebagaimana firman Allah Swt.


b. Syarat Wajib Umrah 
Kita tahu bahwa dalam melaksanakan ibadah haji, ada beberapa syarat wajib bagi calon jamaah haji yang harus dipenuhi sebagaimana berikut ini. 
1) Islam 
Umrah tidak wajib atas orang kafir dan mereka tidak dituntut mengerjakannya selama masih kafir dan tidak sah mengerjakannya sebab mereka tidak mempunyai kelayakan untuk menunaikan ibadah. 
2) Baligh 
Melaksanakan umrah bagi anak kecil tidak wajib karena tidak dituntut untuk mengerjakan hukum-hukum syariat. 
3) Berakal 
Melaksanakan umrah bagi orang gila adalah tidak wajib karena dia tidak mempunyai kelayakan untuk mengerjakan ibadah. 
4) Merdeka 
Melaksanakan umrah bagi hamba sahaya adalah tidak wajib, sebab umrah adalah ibadah yang lama waktunya. Selain itu memerlukan perjalanan jauh dan diisyaratkan kemampuan dalam bekal dan kendaraan yang mengakibatkan terabaikannya hak-hak majikan yang berkaitan dengan hamba sahaya. 

c. Rukun Umrah 
Agar umrah yang kita laksanakan menjadi sah, kita harus melaksanakan rukunnya. Rukun umrah adalah serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan, tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan dam. 
Adapun rukun umrah adalah sebagai berikut. 
1) Ihram Berniat untuk melaksanakan umrah. 
2) Tawaf 
    Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir 
    di sudut Hajar Aswad pula serta Kakbah berada di sebelah kiri orang ber-Tawaf (berlawanan dari            arah jarum jam). 
3) Sa'i 
    Sa’i adalah berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah. 
4) Tahalul 
    Tahalul adalah mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut. 
5) Tertib 
     Tertib, yaitu mendahulukan yang dahulu di antara rukun-rukun itu

d. Wajib Umrah 
Adapun wajib umrah adalah sebagai berikut. 
1) Ihram dari miqat-nya Miqat di dalam umrah ada dua macam, yaitu: miqat zamani (sepanjang tahun) dan miqat makani (sama dengan miqat haji) 
2) Menjauhi segala larangan umrah yang jumlah dan bentuk larangannya sama dengan larangan haji.

3. Hikmah Haji dan Umrah

a. Manfaat bagi individu yang menunaikan ibadah haji. 
1) Menghapus semua dosa kecil dan menyucikan diri dari perbuatan maksiat. 
2) Diampuninya segala dosa karena Allah Swt. Maha Pengampun, Maha Pemurah dan Maha Penyayang kecuali yang berkaitan dengan hak-hak sesama manusia harus diselesaikan terlebih dahulu. 3) Menyucikan jiwa seseorang dan berbaik sangka kepada Allah Swt. 
4) Meningkatkan keimanan seseorang dengan menepati janji kepada Allah Swt. dengan kerinduan akan Baitullah. 
5) Mengingatkan akan perjuangan Rasulullah saw. yang telah menyinari dunia dengan amal saleh.
6) Melatih sifat sabar dan disiplin serta mendorong untuk berkurban lebih mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri. 
7) Mensyukuri nikmat yang telah diberikannya, yaitu nikmat sehat dan nikmat harta yang telah diterimanya. 

b. Manfaat bagi umat Islam pada umumnya. 
1) Menciptakan rasa persatuan dan kesatuan umat Islam di dunia. 
2) Mempererat tali persaudaraan bagi umat Islam di seluruh dunia. 
3) Media untuk berdakwah menyebarkan ajaran Islam ke seluruh dunia seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw., selalu menemui jamaah haji dalam setiap tahunnya. 
4) Lebih mengutamakan kepentingan agama daripada kepentingan pribadi.

Thursday, September 3, 2020

MATERI PAI KE-4

MATERI KE-4 

ZAKAT

Silahkan buka Link di bawah ini untuk materinya bisa dirangkum atau di download

https://drive.google.com/file/d/1hN7wL1BKKgx2qw80jwcfdwy0q7QWJcSP/view?usp=sharing


Setelah merangkum atau mendownload buka Link di bawah ini untuk ulangan harian

https://bit.ly/ULHAPAI_9

Thursday, August 13, 2020

MATERI PAI KE-3 (Jum'at, 14 Agustus 2020)

Bacalah kisah di bawah ini dengan tuntas dan serius!

5 KISAH INSPIRATIF TENTANG KEJUJURAN

SEBELUM KEGIATAN BELAJAR DIMULAI SILAHKAN UNTUK BERDOA TERLEBIH DAHULU, DAN MEMBACA QURAN SURAT PENDEK (QS. Adh-Dhuha)

(Sumber: https://www.brilio.net/sosok/5-kisah-kejujuran-anak-anak-yang-menyentuh-nuranimu-bikin-salut-180110j.html)

1. MENULIS MEMO UNTUK BERTANGGUNG JAWAB

Baru-baru ini, kisah kejujuran seorang anak kembali menjadi perbincangan warganet. Seorang anak berusia 6 tahun bernama Zhafran, tak sengaja menggores bumper mobil ketika sedang bersepeda. Anak sulung ini jatuh dari sepeda dan tak sengaja menggores mobil yang sedang terparkir di pinggir jalan. Merasa bersalah, ia pun pulang dalam keadaan nangis dan meminta maaf kepada orangtuanya. Orangtuanya pun menyuruh agar Zhafran meminta maaf dan menemui si pemilik mobil namun berujung tak bertemu. Ia pun menulis memo dengan kesungguhan hatinya untuk si pemilik mobil dengan menyertakan nomor ponsel ibunya. Kisah kejujuran Zhafran ini pun lantas menuai pujian dari warganet yang berani mengakui kesalahan dan meminta maaf.


2Anak SD kembalikan iPhone yang hilang

Seorang pria asal Filipina menyadari kalau ponsel kesayangannya itu tak ada di saku celananya ketika hendak menuju mal bersama temannya. Pria bernama Ericson Fernandez ini walanya mengira kalau ponselnya itu tertinggal di kamarnya. Iseng menelpon ke nomornya, malah yang menjawab telponnya orang tak dikenal. Tak disangka, orang tak dikenal itu adalah seorang anak SD yang tak lain adalah penemu ponselnya.

Fernandez pun bergegas menghampiri murid SD tersebut ke sekolah untuk mengambil ponsel iPhone-nya. Ia pun diajak masuk ke dalam kelas dan disambut oleh guru di kelas tersebut. Setelah bercengkerama, akhirnya Fernandez berterima kasih kepada sang guru yang telah menemukan ponselnya. Namun guru tersebut mengatakan kalau bukan dirinya yang menemukan, melainkan murid-muridnya. Anak-anak itu membawa dan menyerahkan ponsel milik Fernandez kepada gurunya tanpa bermaksud memiliki barang mahal tersebut. Mendengar itu, Fernandez pun haru dan mengajak anak-anak SD tersebut makan di restoran.


3. Bocah 9 tahun kembalikan tas berisi Rp 50 juta yang ditemukannya

Seorang wanita asal Thailand telah kehilangan tasnya yang berisi uang dan benda berharga. Wanita bernam Nukhlia Sangkaew ini kehilangan tasnya usai mengambil uang dari bank. Uang senilai Rp 50 juta itu rencananya akan digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit. Namun malang, saat perjalanan pulang Nukhlia malah terjebak hujan deras dan tasnya terjatuh. Menyadari tasnya hilang, Nukhlia pun melapor ke kantor polisi.

Tak cuma uang tunai senilai Rp 50 juta saja, namun ia membawa emas seberat 90 gram. Tetapi, tiba-tiba ada seseorang yang meneleponnya bahwa ia menemukan tas milik Nukhlia. Sontak saja wanita ini pun mengajak si penemu tasnya untuk bertemu. Pertemuan pun berlangsung, tak disangka yang menemukan tas Nukhlia adalah seorang bocah perempuan berusia 9 tahun bernama Piyarat. Nukhlia sangat berterima kasih kepada Piyarat, ia bahkan memberi imbalan kepada bocah tersebut sebesar Rp 700 ribu.


4. Kejujuran bocah penjual tisu di pinggir jalan.

Kisah ini bercerita tentang dua bocah penjual tisu di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, Jakarta. Dua sosok yang kira-kira berusia 8 tahun itu sedang menjajakan tisu dengan wadah kantong plastik. Seorang wanita menghampiri untuk membeli tisu tersebut dengan total Rp 2.500, namun ternyata dua bocah tersebut tak memiliki uang kembalian senilai Rp 7.500. Akhirnya salah satu bocah tersebut berinisiatif mencari uang tukar demi uang kembalian tersebut.

Tak lama, wanita tersebut pun pergi dan mengikhlaskan uang kembalian kepada dua bocah itu. Namun siapa sangka bocah tersebut berlarian dan dengan tegas mengembalikan dengan uang tukar yang baru diperoleh Rp 4 ribu dari orang sekitar. Bocah itu pun lalu berkata, "Maaf mbak, cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan." ungkap bocah itu. Kisah kejujuran dua bocah penjual tisu di pinggir jalan ini pun ternyata menuai pujian. Dua manusia super yang tetap jujur di tengah kerasnya hidup di Jakarta.


5. Video anak kecil minta maaf Lebaran.

Dalam video tersebut, seorang anak mengakui segala kesalahan yang pernah ia buat kepada ayahnya. Rupanya, video ini merupakan iklan Idul Fitri asal Malaysia. Namun yang membuat salut adalah sikap anak kecil ini yang berani jujur dan mengakui kesalahannya.


Dari kelima kisah inpiratif tentang kejujuran tersebut, setidaknya kalian dapat memetik beberapa hikmah atau pelajaran.

untuk lengkapnya silahkan kalian buka Link berikut ini:

https://forms.gle/Ef1XzxeM94Fy9T5d8

Thursday, August 6, 2020

MATERI PAI KELAS 9 BAB 2

Assalamualaikum Wr. Wb.
Anak-anak kelas 9 yang bapak hormati, untuk sementara ini kita tetap melaksanakan pembelajaran Daring lewat Blog sementara akan tetapi ada beberapa proses pembelajaran jarak jau (PJJ) yang akan kita lakukan antara lain:
1. Blog
2. Google Classroom (GC)
3. Google Form (GF)
4. Quizizz
5. Whatsapp
6. dan lain-lain

Untuk prosesnya tidak menutup kemungkinan bukan hanya hari jumat saja, sekalian bapak akan mengecek sejauh mana kebiasaan Sholat Subuh kalian, maka pembelajarannya setelah sholat subuh (menunggu jadwal).

Oleh karena itu harap dipersiapkan, dan kehadiran yang paling utama. Untuk tugas upload dibuat FOTO GRID 1 layar empat foto atau lebih, dan diberi nama masing masing dan tanda tangan orang tua.
silahkan instal di Playstore.

SILAHKAN DITULIS MATERI DIBAWAH INI

Materi Bab 2 ini kita akan membahas tentang 
"JUJUR DAN MENEPATI JANJI

1. Memahami Perilaku Jujur

 

Jujur adalah berkata benar dan sesuai dengan kenyataan. Seseorang

disebut jujur apabila berkata sesuai dengan kenyataan. Jujur merupakan

salah satu perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang mukmin. Lawan dari

sifat jujur adalah berkata dusta. Sungguh, Allah Swt. dan Rasul-Nya melarang

umat-Nya berkata dusta. Bahkan, dalam sebuah hadis, dikatakan bahwa

salah satu tanda orang munafik adalah berkata dusta. Perhatikan terjemahan

hadis berikut ini:

Mari kita jauhi sifat dusta dan membiasakan bersifat jujur. Seorang muslim

muslimah sudah seharusnya menghiasi dirinya dengan sifat jujur. Seseorang

yang bersifat jujur akan mudah mendapat kepercayaan orang lain.

 

Dari Abu Hurairah r.a: "Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda:

Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berkata, dia

berdusta, apabila berjanji, dia ingkari, dan apabila diberi kepercayaan, dia

mengkhianatinya.”

Sumber : Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 31

 

Kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing

ke surga. Sebaliknya, kedustaan itu akan mengantarkan pada

kejahatan, dan kejahatan itu akan menggiring ke neraka.

Perhatikan terjemahan sabda Nabi berikut ini.

Allah Swt. secara tegas memerintahkan orang-orang yang beriman

untuk berkata benar.

 

Perhatikan surat al-Ahzab/33: 70 (lihat Al-Quran dan tulis)

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah

dan ucapkanlah perkataan yang benar”. (Q.S. al-Ahzab/33: 70)

 

Dari Abdullah r.a. dari Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan

membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga,

sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan

dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan

mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan

menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta

sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."

Sumber: Hadis Riwayat Bukhari

 

Contoh penerapan perilaku jujur ….? (tugas tercantum pada google form)

 

2. Memahami Perilaku Menepati Janji

Janji adalah ucapan seseorang kepada orang lain yang menyatakan

kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Menepati janji berarti

melaksanakan janji yang pernah diucapkan kepada orang lain. Menepati

janji merupakan salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki orang beriman.

Orang beriman pantang untuk ingkar janji.

Menurut hadis Nabi Muhammad

saw. riwayat Bukhari dan Muslim, seseorang yang ingkar janji dikategorikan

sebagai orang munafik. Sifat munafik merupakan bentuk perilaku yang

sangat erat hubungannya dengan keimanan dan amaliyah atau perbuatan.

Sifat munafik hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam karena bagian

dari jenis perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. Larangan tersebut lebih

disebabkan oleh akibat dari perbuatan tersebut dapat membuat kerusakan.

Kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah mahdah saja, tetapi

juga dari keluhuran akhlaknya. Ibadah mahdah seperti salat, zakat, puasa,

dan lain-lain yang telah dilakukan seseorang tidak cukup untuk mengukur

tingkat kesalehannya. Nilai ibadah tersebut harus mampu mewarnai perilaku

dalam kehidupan sehari-hari, yakni perilaku mulia. Jika seseorang telah

merasa cukup beribadah kepada Allah Swt., namun akhlaknya tercela, ia

belum memiliki iman yang sempurna. Demikian juga dengan sifat menepati

janji. Sifat mulia ini merupakan cerminan dari kesempurnaan iman seorang

muslim.

Janji adalah hutang, hutang akan diminta pertanggungjawabannya

sampai di akhirat. Barangsiapa berjanji harus ditepati. Oleh karena itu, sebagai

seorang muslim, jangan mudah mengobral janji. Sebaiknya, apabila berjanji,

ucapkanlah InsyaAllah (jika Allah menghendaki). Karena kita tidak tahu apa

yang akan terjadi di masa akan datang. Manusia hanya merencanakan dan

berusaha, sedangkan hasilnya ada di tangan Allah Swt. Jika seseorang tidak

dapat menepati janji karena lupa atau karena alasan tertentu yang tidak

disengaja, asalkan mengucap InsyaAllah, Allah Swt. akan memaafkannya.

Meski demikian, tetap harus meminta maaf dan memberi penjelasan kepada

Menepati janji merupakan wujud dari memuliakan, menghormati, dan

menghargai sesama manusia. Orang yang selalu menepati janji akan mudah

menjalin hubungan silaturahmi dengan orang lain. Dalam kehidupan ini,

dengan azab yang pedih. Perhatikan firman Allah Swt. dalam al-Qur’an

Q.S. Āli ‘Imrān/3 ayat 77 di bawah ini :

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan

sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak

memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka,

tidak akan memperhatikan mereka pada hari kiamat, dan tidak akan

menyucikan mereka.

Bagi mereka azab yang pedih”. (QS Āli ‘Imrān/3: 77)(lihat al-Quran dan Catat)

 

Ayat di atas menegaskan bahwa orang-orang yang melanggar janji

dan sumpah kepada Allah Swt. akan mendapat azab yang pedih dari Allah

Swt. di akhirat kelak. Di akhirat kelak Allah Swt. tidak akan menyapa dan

memperhatikan mereka yang melanggar janji dan sumpah. Janji yang

pernah kita ucapkan harus dilaksanakan, sebab janji adalah hutang yang

wajib dibayar. Orang yang bersifat jujur senantiasa menepati janji.

Ingkar janji termasuk dosa besar yang harus dijauhi. Sifat ini akan

menimbulkan berbagai kerugian, baik bagi pelakunya maupun orang lain.

Mengingkari janji tali silaturahmi dengan orang lain bisa terputus bahkan

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi saw. bersabda:

"Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah siapa yang paling

baik menunaikan janji".

Sumber: Hadis Riwayat Bukhari

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 35

bisa saling bermusuhan. Orang yang diingkari janji bisa kecewa dan marah.

Jika tidak terkendali, akan terjadi pertengkaran dan perkelahian. Akan lebih

berat lagi apabila pemimpin ingkar janji terhadap rakyatnya. Rakyat bisa

marah, muncul kekacauan dan kerusuhan di mana-mana. Tentunya hal ini

jangan sampai terjadi di negeri kita tercinta. Oleh karena itu, kita harus hatihati

memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang beriman, berakhlak mulia,

jujur dan menepati janji.

Contoh penerapan perilaku menepati janji:


Tugas dan Absen ada pada Link di Bawah ini:


Thursday, July 23, 2020

MATERI I PAI KELAS 9

Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan Rahmat dan karunia-Nya kita masih dapat dikumpulkan dalam keaadaan sehat
shalawat dan salam semoga tetap terlimpah curah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
Bagaimana kabarnya anak-anaku sekalian?
semoga selalu berada dalam keadaan sehat wal'afiat dan tidak kekurangan sedikit apapun.
anak anak yang bapak hormati dan bapak banggakan, untuk kelas 9 ini yang menajar PAI diajar oleh Pak Nizar Maulana, M.Pd.I
insya Allah ini bagian dari pembelajaran jarak jauh yang sama-sama kita ketahui disebabkan oleh Vandemi Virus Covid-19 yang mudah mudahan segera mereda.
sebagai bahan materi pertama silahkan kalian membaca dan mencatat rangkuman materi di bawah ini, setelah itu dibagian akhir ada Link untuk melengkapi materi dan pengisian data sebagai bahan pegawan bapak sebagai guru PAI

BACA DAN CATATLAH MATERI DIBAWAH INI SAMPAI SELESAI
SETELAH ITU ADA LINK YANG HARUS DIISI TINGGAL KLIK SAJA DI HP ANDA


BAB I
IMAN KEPADA HARI AKHIR


1. Pengertian Hari Akhir dan Macam-Macam Kiamat
 
    Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman
yang kelima. Umat Islam harus percaya dan yakin bahwa hari akhir itu
pasti akan datang. Kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur
untuk menerima pengadilan Allah Swt. Perhatikan firman Allah Swt.
berikut:
Artinya: “Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan
padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun
yang di dalam kubur” (Q.S. al-¦ajj/22:7)

Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk

dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran.

Para ulama mengelompokkan kiamat menjadi dua macam, yaitu:
Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

a. Kiamat Sugra (kiamat kecil), yaitu terjadinya kematian yang
    menimpa sebagian umat manusia. Misalnya: matinya seseorang
    karena sakit, kecelakaan, musibah tsunami, banjir, tanah longsor,
    dan sebagainya.

b. Kiamat Kubra (kiamat besar), yaitu terjadinya kematian dan
    kehancuran yang menimpa seluruh alam semesta. Dunia porakporanda,
    rusak, dan hancur. Kehidupan manusia akan berganti
    dengan alam yang baru, yakni alam akhirat.

KEJADIAN KIAMAT QUBRA


Kiamat Kubr± memang belum terjadi sehingga tak seorang pun
mengetahui peristiwa yang sebenarnya. Namun, kita mengetahuinya
dari firman Allah Swt. dan Hadis Nabi saw. Adapun kejadian Kiamat Kubr±
digambarkan oleh Allah Swt. sebagai berikut:

a. Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk yang pertama kali. Semua
    makhluk akan mati, kecuali yang dikehendaki hidup oleh Allah Swt.

    Firman Allah dalam Q.S. az-Zumar ; 68 (lihat di Al-Qur'an)

b. Langit menjadi terpecah-belah, matahari digulung, bintang-bintang
    berjatuhan, lautan meluap dan menjadi panas, gunung-gunung seperti
    bulu yang berhamburan, dan manusia seperti anai-anai beterbangan.
    Firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Muzammil : 18 ( lihat di Al-Qur'an)

Setelah peristiwa kiamat yang maha dahsyat itu, semua manusia akan
mati dan mengalami proses kehidupan di alam akhirat sebagai berikut.

1) Alam Barzakh (Yaumul Barzakh) (mohon lengkapi cari di google)
2) Yaumul Ba’ats (mohon lengkapi cari di google)
3) Yaumul Hasyr atau Yaumul Mahsyar (mohon lengkapi cari di google)
4) Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab (mohon lengkapi cari di google)
5) Surga dan Neraka (mohon lengkapi cari di google)

RANGKUMAN
1. Beriman kepada hari kiamat merupakan rukun iman yang kelima.
2. Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk
    dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran ditandai dengan
    ditiupnya terompet oleh Malaikat Israfil.
3. Para ulama mengelompokkan kiamat menjadi dua macam, yaitu kiamat
    Sugra dan kiamat Kubra.
4. Setelah kejadian kiamat Kubra yang sangat dahsyat itu, semua manusia
    akan mati dan mengalami proses kehidupan di alam akhirat yaitu: alam
    Barzakh, Yaumul Ba’ats, Yaumul Hasyr, Yaumul Mizan/Hisab.
5. Setiap perbuatan baik dan buruk manusia akan menerima balasan dari

    Allah Swt. seadil-adilnya.

Anak-anak silahkan lengkapi materi di atas dengan meng-KLIK link di bawah ini

Isi dengan lengkap data tersebut! (WAJIB)

http://gg.gg/PAI_Data_IX